GAMBARAN FAKTOR PREDISPOSISI YANG MEMPENGARUHI GANGGUAN JIWA DI PUSKESMAS DESA BANTUR KABUPATEN MALANG

  • Diah Kusuma ITSK Rs dr. Soepraoen Malang
  • Indari Dosen Prodi Keperawatan ITSK Rs dr. Soepraoen Malang
  • Dian Pitaloka Priasmoro Dosen Prodi Keperawatan ITSK Rs dr. Soepraoen Malang
Keywords: Gangguan Jiwa; Faktor Predisposisi; Faktor Biologis; Faktor Psikologis; Faktor Sosial

Abstract

Gangguan jiwa adalah bentuk gangguan yang menyebabkan penderitanya susah bersosialisasi dan menimbulkan beban bagi keluarga. Penyebab gangguan jiwa sampai saat ini tidak diketahui secara pasti, namun berdasarkan sumber teori disebabkan karena faktor predisposisi. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor predis posisi yang berpengaruh terjadinya gangguan jiwa. Metode penelitian ini adalah deskriptif dengan menggunakan accidental sampling selama 3 minggu. Sampel penelitian ini 25 responden. Hasil penelitian menunjukan bahwa Faktor predisposisi yang paling banyak pada biologis adalah genetik 9 responden (36%), pada psikologis yang paling banyak adalah pengalaman tidak menyenangkan

12 responden (48%), dan pada sosial yang paling banyak adalah tidak bekerja/memiliki penghasilan yang kurang 12 responden (48%). Berdasarkan hasil penelitian ini diharapkan intervensi keperawatan pada klien dengan gangguan jiwa tidak hanya mengobati tanda dan gejala tetapi juga dapat mencegah gangguan jiwa untuk mengurangi faktor-faktor tersebut.

References

Ari Kunto. 2010. Prosedur Penelitian: Suatu Pendekatan Praktek . Jakarta: Rineka Cipta
Departemen Kesehatan (Depkes) (2011) Jakarta : Kementrian Kesehatan Republik Indonesia.
Dinkes Surabaya. 2013. Berita Kesehatan Jiwa. http://dinkes.surabaya.go.id/portal/index.p hp/berita/ kesehatan-jiwa-tidak mematikan-tapi-menimbulkan-beban- penderita/#sthsh.uzNdTsus.dpuf diakses tanggal 28 September 2015
Indrayana, Stefanus & Goenawan, Goenardjoadi. 2007. The Secret of Better Life, Perjalanan Mengenal Jiwa yang Bahagia. Jakarta: PT Elex Media Komplitudo.
Keliat, B. A. (2010). Model praktik keperawatan professional jiwa: EGC.
Kemenkes. 2014. Peraturan Mentri Kesehatan RI Nomor 75 tahun 2014. Jakarta:http://hukor.kemkes.go.id/uploads/ produk_hukum/PMK%20 No.%2075%20ttg%20Puskesmas.pdfMara mis, W.F (2014). Catatan ilmu kedokteran jiwa. Surabaya: airlangga unipress.
Nasir, Abdul& Muhith, Abdul. 2011. Dasar- Dasar Keperawatan Jiwa Pengantar dan Teori. Jakarta: Salemba Medika
Notoatmodjo, Soekidjo. 2010. Metodologi Penelitian Kesehatan. Jakarta: Rineka Cipta.
Notoatmodjo, Soekidjo. 2010. Metodologi Penelitian Kesehatan. Jakarta: Rineka Cipta.
Notoatmodjo. 2018. Metodelogi Ilmu kesehatan. Jakarta Selatan: Rineka Cipta.
Nursalam. 2016. Metodologi Penelitian Ilmu Keperawatan Pendekatan Praktis Edisi.4. Jakarta : Salemba Medika
RI. (2014). Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 18 Tahun 2014 Tentang Kesehatan Jiwa.
Sugiyono. 2016. Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif dan R&D. Bandung:Alfabeta
Sari, H., & Sirna, W. (2015). Faktor Predisposisi Penderita Skizofrenia Di Poli Klinik Rumah Sakit Jiwa Aceh. Idea Nursing Journal. Vol. VI, 2, hal. 12-20.
Schmidt I., et al: The impact of substance use disorders on theccourse of Schizophrenia—a 15 year follow-up study: dual diagnosis over 15 years, Schizophr Res 130:228, 2011.
Setiadi, G. (2014). Pemulihan gangguan jiwa: pedoman bagi penderita, keluarga, dan relawan jiwa. Jawa tengah: tirto jiwo.
Sheila. L & Videbeck. 2011. Psychiatric Mental Health Nursing Fifth Edition. Lippincott Williams & Wilkins.
Stuart, G. W. (2013). Prinsip dan Praktik Keperawatan Kesehatan Jiwa Stuart.Singapore: Elsevier.
Stuart, G. W (2007). Buku Saku Keperawatan Jiwa (Edisi ke-5). Jakarta. EGC
Sugiyono. 2016. Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif, dan R & D. Bandung: PT. Alfabet.
Wahyu, S. (2012). Buku Saku Keperawatan Jiwa. Yogyakarta : uha Medika.
Yosep, I. (2011). Keperawatan Jiwa (Edisi 4).
Jakarta: PT. Refika Aditama
Published
2021-09-13