Gambaran Status Gizi Anak Usia Toddler (1-3 Tahun) di Posyandu Duta Sehat

  • Ika Atifatus Sholikha Institut Teknologi Sains dan Kesehatan RS dr.Soepraoen Malang
  • Dian Pitaloka Priasmoro Institut Teknologi Sains dan Kesehatan RS dr.Soepraoen Malang https://orcid.org/0000-0003-1011-1575
  • Mustriwi Mustriwi Institut Teknologi Sains dan Kesehatan RS dr.Soepraoen Malang
Keywords: Status Gizi; Anak; Toddler; Posyandu

Abstract

Pendahuluan: Masalah gizi seringkali dialami oleh anak-anak terutama anak usia toddler, oleh sebab itu mereka membutuhkan asupan nutrisi yang lebih tinggi dibandingkan dengan orang dewasa. Anak-anak akan menderita kekurangan gizi jika mereka tidak dapat mengakses gizi dalam jumlah yang cukup dan seimbang. Gangguan gizi pada anak usia toddler (1-3 tahun) akan mempengaruhi kualitas kehidupan berikutnya. Kekurangan gizi pada anak tidak hanya menimbulkan gangguan pertumbuhan fisik, tetapi juga mempengaruhi kecerdasan dan produktivitas ketika dewasa. Berdasarkan hasil Riskesdas 2018 tentang status gizi balita menunjukkan adanya perbaikan status gizi pada balita Indonesia yaitu status gizi buruk dan kurang turun dari 19,6% menjadi 17,7%. Oleh karena itu perbaikan status gizi harus tetap dilakukan dengan cara memberikan anak makanan sehari-hari dalam jumlah yang tepat dan kualitas baik agar anak dapat tumbuh dengan baik dan sehat sehingga dapat mengurangi adanya masalah gizi pada anak usia toddler. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui gambaran status gizi anak usia toddler (1-3 tahun) di Posyandu Duta Sehat.

Metode: Desain penelitian ini adalah deskriptif kuantitatif. Populasinya seluruh anak usia toddler (1-3 tahun) di Posyandu Duta Sehat berjumlah 30 orang. Teknik sampling total sampling dengan besar sampel 30 responden. Variabel yang di teliti adalah status gizi anak usia toddler. Instrumen menggunakan lembar observasi berdasarkan hasil pengukuran antropometri BB/TB.

Hasil: status gizi anak usia toddler sebagian besar yaitu 20 anak usia toddler (60%) memiliki status gizi baik (normal), yang ditandai dengan BB anak sesuai dengan TB.

Kesimpulan: masalah status gizi pada anak usia toddler dapat disebabkan oleh beberapa faktor yang mempengaruhi status gizi seperti faktor usia orangtua, pendidikan, pekerjaan, pendapatan keluarga dan adanya riwayat penyakit pada anak. Ada atau tidaknya masalah status gizi pada anak usia toddler diharapkan orangtua tetap memberikan gizi yang seikmbang agar tetap tumbuh dengan sehat dan baik.

References

Alifah, U. (2021). Status Gizi Bayi dan Balita pada Masa Pandemi Covid. Journal of Health Research, Vol 4 No 1. Maret 2021 (118 – 127).

Badan Pusat Statistik Sukoharjo. (2019). Profil Kesehatan Sukoharjo

Budiman, Riyanto. (2014). Kapita Selekta Kuesioner Pengetahuan dan Sikap dalam Penelitian Kesehatan. Jakarta : Salemba Medika.

Ernawati, N. (2019). Kejadian Balita Stunting Di Posyandu Apel Desa Jambearjo Kecamatan Tajinan Kabupaten Malang. Jurnal Kesehatan Mesencephalon,5(2).https://doi.org/10.36053/mesencephalon.v5i2.108

Hupunau, R. E., Pradanie, R., & Kusumaninggrum, T. (2019). Pendekatan Teori Health Belief Model terhadap Perilaku Ibu dalam Pemenuhan Kebutuhan Nutrisi Anak Usia Toddler. In Pediomaternal Nursing Journal (Vol. 5, Issue 1). https://doi.org/10.20473/pmnj.v5i1.12368.

Kemenkes RI. Keputusan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor: 1995/Menkes/SK/XII/2010 Tentang Standar Antopometri Penilaian Status Gizi Anak. 2017.

Kementerian Kesehatan RI. 2019. Profil Kesehatan Indonesia. Jakarta: Kemenkes RI

Kurniawati, A., C, M. S., & Andari, S. (2016). Pemetaan Angka Gizi Buruk pada Balita di Jawa Timur dengan Geographically Weighted Regression. Jurnal Sains Dan Seni ITS, 5(2), 333–338.

Laporan Nasional Riskesdas. (2018). Laporan_Nasional_RKD2018_FINAL.pdf. In Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan (p. 198). http://labdata.litbang.kemkes.go.id/images/download/laporan/RKD/2018/Laporan_Nasional_RKD2018_FINAL.pdf

Maflahah, I. (2019). Analisis Status Gizi Balita di Kabupaten Sumenep Madura. Pamator Journal, 12(1). https://doi.org/10.21107/pamator.v12i1.5177

Maria, I., & Amalia, E. R. (2018). Perkembangan Aspek Sosial-Emosional dan Kegiatan Pembelajaran yang Sesuai untuk Anak Usia 4-6 Tahun. https://doi.org/10.31219/osf.io/p5gu8

Priasmoro, D. P., & Ispriantari, A. (2020). Parents Perception About Adjusment Disorder At First Day School In Permata Iman 3 Kindergarten. Jurnal Ners dan Kebidanan, 7(1), 1-5.

Riskesdas. (2013). Badan Penelitian Dan Pengembangan Kesehatan Kementerian Kesehatan RI.

Setiawati, S., Yani, E. R., & Rachmawati, M. (2020). Hubungan status gizi dengan pertumbuhan dan perkembangan balita 1-3 tahun. Holistik Jurnal Kesehatan, 14(1), 88–95. https://doi.org/10.33024/hjk.v14i1.1903

Yuliastati & Amelia. 2016. Modul Keperawatan Anak. Jakarta: Pusdik SDM Kesehatan Kemenkes RI.

Yunus, E. M. (2018). Hubungan Karakteristik Ibu dengan Status Gizi Balita di Desa Tanjung Gunung Bangka Tengah Tahun 2017 Relationship Characteristics of Mother With Nutrition Status of Toddlers in Tanjung Gunung Village Bangka Tengah , 2017. 6(1), 28–32

Published
2022-07-06
How to Cite
Sholikha, I. A., Priasmoro, D. P., & Mustriwi, M. (2022). Gambaran Status Gizi Anak Usia Toddler (1-3 Tahun) di Posyandu Duta Sehat. Nursing Information Journal, 2(1), 7-13. https://doi.org/10.54832/nij.v2i1.261