The Relationship Between Developmental Stimulation and Toddler Development at Posyandu Melati 4 and 5, Dusun Dawuhan, Pamotan Village, Dampit District, Malang Regency.
DOI:
https://doi.org/10.54832/phj.v8i1.1358Keywords:
Developmental stimulation, toddler development, KPSP, SDIDTK, early childhood development, posyandu.Abstract
Bahasa Indonesia: Keterlambatan perkembangan pada anak-anak masih menjadi masalah kesehatan masyarakat yang signifikan baik secara global maupun nasional. Salah satu faktor utama yang berkontribusi terhadap keterlambatan perkembangan adalah kurangnya stimulasi yang memadai dari orang tua, yang memengaruhi perkembangan motorik, bahasa, kognitif, dan sosial anak. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara stimulasi perkembangan dengan luaran perkembangan balita di Posyandu Melati 4 dan 5 di Dusun Dawuhan, Desa Pamotan, Kecamatan Dampit, Kabupaten Malang. Penelitian ini menggunakan desain korelasional potong lintang yang melibatkan 82 responden yang dipilih melalui purposive sampling. Instrumen yang digunakan adalah kuesioner stimulasi berdasarkan SDIDTK (2022) dan Kuesioner Pra-Skrining Perkembangan (KPSP) untuk mengukur perkembangan balita. Data dianalisis menggunakan uji Chi-square dengan tingkat signifikansi p < 0,05. Hasil penelitian menunjukkan nilai p sebesar 0,001, yang menunjukkan adanya hubungan yang signifikan antara stimulasi perkembangan dengan perkembangan balita. Balita yang menerima stimulasi memadai cenderung menunjukkan perkembangan normal, sementara balita yang kurang stimulasi cenderung menunjukkan perkembangan yang meragukan atau menyimpang. Studi ini menyoroti pentingnya stimulasi yang terstruktur, konsisten, dan sesuai usia dalam mendukung tumbuh kembang anak yang optimal, sekaligus menekankan perlunya penguatan keterlibatan orang tua dan layanan posyandu dalam memberikan stimulasi perkembangan dini.
Downloads
References
Devi Ayu Ari Meylanda, D. (2018). Pendapatan Keluarga dan Status Gizi Balita terhadapKejadian Stunting. Jurnal Ilmu Kesehatan, 16(1), 30–35.
Harahap, S., Karim, A. A., & Sidiq, A. M. (2024). Kemandirian: Analisis Pengaruh Pola Asuh Nenek terhadap Pembentukan Karakter Anak dari Keluarga yang Terpisah. JOECE: Journal of Early Childhood Education, 1(1), 1–16. https://doi.org/10.61580/joece.v1i1.26
Hinderayani, Nani, Malisa Ariani, and Mohammad Basit. "P PERAN ORANG TUA MENSTIMULASI PERKEMBANGAN ANAK DENGAN STATUS PERKEMBANGAN ANAK USIA 3-5 TAHUN DI POLI ANAK RSUD PAMBALAH BATUNG." Journal of Nursing Invention 4.1 (2023): 54-60.
Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) Jawa Timur. (2012). Laporan Pemeriksaan Perkembangan Anak Usia 0-72 Bulan. Jawa Timur.
Irfani, Fauriyatul, Vivik Shofia, and Yuliana Intan Lestari. "Stimulasi Dini yang Efektif Untuk Meningkatkan Kecerdasan Kognitif Anak Usia Dini." Journal of Citizen Research and Development 2.1 (2025): 604-613.
Jesica, F., & Hayu, R. (2023). Hubungan Stimulai Orang Tua Dengan Perkembangan Anak Usia 0-2 Tahun. Jurnal Kesehatan Saintika Meditory, 6, 289–295. htTIDAK PERNAHs://jurnal.syedzasaintika.ac.id
Juita, K. A., & Vitaloka, W. (2025). Peran Orang Tua Dalam Mencegah Kecanduan Gadget Pada Anak Usia Dini. Kumara Cendekia, 13(3), 323. https://doi.org/10.20961/kc.v13i2.101106
Kalfikasari, L., & Mustikawati, N. (2024). Gambaran Karakteristik Demografi Dan Perkembangan Pada Anak Usia 2-5 Tahun di Puskesmas Kesesi I Program Studi Keperawatan , Univeritas Muhammadiyah Pekajangan Pekalongan , pertama kehidupan dari awal terjadinya pembuahan di dalam rahim hingga anak berusi. 3.
Ministry of Health of the Republic of Indonesia. (2022). Indonesia Health Profile 2022. Jakarta: Ministry of Health of the Republic of Indonesia.
Ministry of Health of the Republic of Indonesia. (2022). Guidelines for Providing Child Development Stimulation. Jakarta: Ministry of Health of the Republic of Indonesia.
Melynda, D. R., & Hasibuan, R. (2025). Stimulasi Pertumbuhan dan Perkembangan Anak Usia Dini Secara Fisik dan Mental. Jurnal Mutiara Pendidikan, 5(1), 247–258. https://doi.org/10.29303/jmp.v5i1.8671
Mustar, M. (2019). Gambaran Kejadian Asfiksia Dengan Lilitan Tali Pusat Pada Bayi Baru Lahir Di Uptd Puskesmas Lamurukung Tahun 2017. Jurnal Ilmiah Kesehatan Diagnosis, 14(2), 128–132. https://doi.org/10.35892/jikd.v14i2.139
Nasitoh, S., & Handayani, Y. (2022). Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Tumbuh Kembang Anak Usia 0-2 Tahun : Tinjauan Literatur. 221–231.
Basid, Iis Hanifah, H. R. (2025). Hubungan Stimulasi Ibu dengan Perkembangan Anak Pra Sekolah. Jurnal Ilmu Keperawatan Dan Kebidanan, 3(3031–0113), 13.
Notoatmodjo, S. (2018). Metodologi Penelitian Kesehatan. Jakarta: Rineka Cipta.
Nurmayanti, A. I., Prasetyawan, R. D., Sholihin, S., Iswahyudi, U. A., & Arifuddin, Y. W. (2024). Dampak Penggunaan Gadget terhadap Tumbuh Kembang Anak Usia Balita: Literatur Review. Nursing Information Journal, 4(1), 38–48. https://doi.org/10.54832/nij.v4i1.837
Pariyem et al. (2021). TINGKAT PENGETAHUAN IBU TENTANG STIMULASI PERKEMBANGAN BERHUBUNGAN DENGAN BERKEMBANGAN BALITA.
Purwati, K., Yulia, L., & Rachmah, A. P. (2024). Hubungan Pengetahuan Dan Sikap Ibu Dengan Pertumbuhan Anak Usia 3-5 Tahun Di Posyandu Kasih Ibu Wilayah Kerja Puskesmas Baloi Kota Batam. Zona Kedokteran: Program Studi Pendidikan Dokter Universitas Batam, 14(1), 10–20. https://doi.org/10.37776/zked.v14i1.1376
Villina, Syukriadi Syukriadi, & Ellyza fazlylawati. (2024). Hubungan Karakteristik dan Pengetahuan Ibu Tentang Stimulasi Terhadap Perkembangan Motorik Halus Anak Usia 3-5 Tahun di Desa Mireuk Lamreudeup. Corona: Jurnal Ilmu Kesehatan Umum, Psikolog, Keperawatan Dan Kebidanan, 2(4), 78–87. https://doi.org/10.61132/corona.v2i4.862
Rohmah, U. (2025). Perkembangan dan Pendidikan Kemampuan Kognitif Anak Usia Dini. 9(1), 130–138. https://doi.org/10.31004/obsesi.v9i1.5918
Sero, C. C., & Boro, I. M. (2024). Peran Orang Tua Dalam Mengawasi Penggunaan Gadget Pada Anak Usia Dini. Kumaracitta : Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini, 2(01), 1–7. https://doi.org/10.63577/kum.v2i01.25
Soetjiningsih & IG. N. Gde Ranuh. (2015), Tumbuh Kembang Anak, Jakarta: EGC.
Sugiyono. (2013). Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif, dan R&D. Bandung: Alfabeta.
Wahidah, Formen, A., & Pranoto, Y. K. S. (2025). Early Childhood Literacy Stimulation by Parents (Systematic Literature Review). PAUDIA : Jurnal Penelitian Dalam Bidang Pendidikan Anak Usia Dini, 14(2), 376–392. htTIDAK PERNAHs://doi.org/10.26877/paudia.v14i2.1380
Wardani, A. E., Wijayanti, L. A., & Mediawati, M. (2022). HUBUNGAN STIMULASI TUMBUH KEMBANG OLEH ORANG TUA DENGAN PERKEMBANGAN BICARA DAN BAHASA BALITA USIA 29-59 BULAN DI KELOMPOK BERMAIN LENTERA BANGSA KOTA KEDIRI. Judika (Jurnal Nusantara Medika), 6(2), 80-94.
Fauzani, Berty Risyanti, Maya Indrianti, I. suryani. (2022). HUBUNGAN TINGKAT PENGETAHUAN IBU DENGAN TUMBUH KEMBANG ANAK PADA USIA 12 SAMPAI 36 BULAN DI PMB BIDAN W KECAMATAN CILEUNYI. Journal of the Japan Welding Society, 91(5), 328–341. https://doi.org/10.2207/jjws.91.328
Wondmagegn, T., Girma, B., & Habtemariam, Y. (2024). Prevalence and determinants of developmental delay among children in low-and middle-income countries: a systematic review and meta-analysis. Frontiers in Public Health, 12, 1301524.
World Health Organization. (2018). Global Report on Early Childhood Development. Geneva: WHO.
Yanti, Etri, and Nova Fridalni. "Faktor yang mempengaruhi perkembangan motorik anak usia prasekolah." Jurnal Kesehatan Medika Saintika 11.2 (2020): 225-236.
Yuliana. (2024). Hubungan Stimulasi Orang Tua Dengan Perkembangan Bahasa Pada Anak Usia 18-24 Bulan. Jurnal Ilmiah Wijaya, 16(1), 33–39. www.jurnalwijaya.com;











