Hubungan Profil Masyarakat di Wilayah Kerja Puskesmas Sobo terhadap Penanganan Demam dan Pola Swamedikasi Obat Antipiretik pada Balita

Hubungan Profil Masyarakat di Wilayah Kerja Puskesmas Sobo terhadap Penanganan Demam dan Pola Swamedikasi Obat Antipiretik pada Balita

  • STEPHANIE DEVI ARTEMISIA STIKES BANYUWANGI
  • erik Toga STIKES Banyuwangi
Keywords: demam, obat antipiretik, swamedikasi

Abstract

Pendahuluan: Fobia demam sering terjadi pada orang tua yang memiliki anak balita sehingga masyarakat mengganggap demam sebagai sesuatu yang membahayakan dan digunakan sebagai indikator  penyakit yang serius oleh orang tua, apalagi bila demam itu tidak dapat diturunkan. Oleh karena itu, orang tua balita akan berupaya mengatasi kondisi tersebut dengan membeli obat antipiretik. Pemilihan antipiretik, cara pemberian, dan dosis antipiretik merupakan hal yang penting diketahui oleh orang tua dan praktisi dalam menangani demam, sehingga kesalahan pemberian obat dan mencegah terjadinya toksisitas. Tujuan : mengetahui hubungan tingkat pengetahuan demam dan swamedikasi obat antipiretik pada balita. Metode : penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kuantitatif dengan menggunakan kuisioner yang diambil secara prospektif. Hasil: dari hasil penelitian didapatkan bahwa tingkat pengetahuan responden tentang demam termasuk dalam kategori cukup (49,06%) dan swamedikasi masih termasuk dalam kategori baik (54,72%). Namun, berdasarkan hasil uji korelasi antara pengetahuan demam dan swamedikasi demam dinyatakan cukup, dengan nilai koefisien korelsinya sebesar 0,338 dan signifikasinya 0,013

Downloads

Download data is not yet available.
Published
2022-05-15
How to Cite
DEVI ARTEMISIA, S., & Toga, erik. (2022). Hubungan Profil Masyarakat di Wilayah Kerja Puskesmas Sobo terhadap Penanganan Demam dan Pola Swamedikasi Obat Antipiretik pada Balita. PROFESSIONAL HEALTH JOURNAL, 3(2), 61-66. https://doi.org/10.54832/phj.v3i2.151
Section
Articles