HUBUNGAN INTENSITAS KEBISINGAN DENGAN TINGKAT STRESS KERJA PADA PEKERJA PABRIK PECAH BATU DI DESA WONOSOBO KECAMATAN SRONO KABUPATEN BANYUWANGI

  • Ninis Indriani Stikes Banyuwangi
  • Ivan Rachmawan Stikes Banyuwangi
  • Dewi Mardiana Ulfa Stikes Banyuwangi
Keywords: intensitas kebisingan, stress kerja

Abstract

Kebisingan merupakan suara yang tidak dikehendaki yang berasal dari usaha atau suatu kegiatan dalam tingkat waktu tertentu dapat menimbulkan gangguan kesehatan pekerja. Stress kerja merupakan salah satu gangguan kesehatan psikis yang terjadi akibat kebisingan, peningkatan stress kerja dapat menurunkan produktifitas. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan intensitas kebisingan dengan stress kerja pada pekerja di pabrik pecah batu. Desain penelitian ini menggunakan cross sectional, yang melibatkan 32 pekerja yang terpapar bising lebih dari 85dB di pabrik pecah batu. Tehnik sampling yang digunakan adalah total sampling. Dan analisa data menggunakan uji Rank Spearman. Hasil penelitian ini menunjukkan adanya hubungan yang signifikan antara intensitas kebisingan dengan stress kerja pada pekerja pabrik pecah batu dengan ρ value = 0,001 dan α=0,01. Dengan demikian perlu diterapkan prinsip K3 pada perusahaan guna memproteksi pekerja, salah satunya dengan memperhatikan penggunaan APD dengan baik dan benar.

Author Biographies

Ninis Indriani, Stikes Banyuwangi

Dosen Prodi Profesi Ners

Ivan Rachmawan, Stikes Banyuwangi

Dosen S1 Keperawatan

Dewi Mardiana Ulfa, Stikes Banyuwangi

Mahasiswa S1 Keperawatan

Section
Articles